Mengubah
nama “Laut Cina Selatan” menjadi “Laut Asia Tenggara
Target : Para CEO,
Para Presiden dari sebelas Organisasi Geografis, Presiden dari United
Nations Atlas of the Oceans, dan Para Presiden dan Perdana Menteri
dari sebelas negara-negara di Asia Tenggara.
Dimulai oleh : YAYASAN NGUYEN THAI HOC
Pada abad ke 16, dunia hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang
Asia Tenggara. Para pedagang dan pelaut dari dunia barat pada zaman
itu menyebutnya sebagai laut dengan sebutan “Laut Cina Selatan”.
Sebagaimana kita ketahui
sekarang ini bahwa wilayah tersebut meliputi negara-negara di Asia
Tenggara. Laut ini merujuk pada cekungan laut dan lokasinya yang
berhubungan dengan negara-negara sekitarnya di sebelah utara Australia,
di sebelah timur India, dan sebelah selatan Cina.
Pada khususnya, wilayah ini pernah disebut dengan Laut Champa atau
Laut Cham setelah kerajaan maritim yang berkembang sebelum abad
keenam belas.
Pada zaman modern sekarang ini, sebagaimana peradaban manusia berkembang
ke arah kolaborasi dari berbagai macam aspek sedunia, komunitas
internasional telah membentuk sub regional di Asia secara geografis
untuk memenuhi kebutuhan umat manusia sejak abad kedua puluh. Secara
resmi, wilayah ini memiliki nama Asia Tenggara dan terdiri dari
Burma, Brunei, Kambodia, Timur Tengah, Indonesia, Laos, Malaysia,
Singapura, Thailand, Filipina, dan Vietnam.
Asia Tenggara mewakili hampi 600 juta manusia yang mempunyai kontribusi
asli dan unik terhadap peradaban modern dalam berbagai aspek, seperti
kebudayaan, ilmu pengetahuan, pendidikan, ekonomi, politik, dan
lain sebagainya. Lebih lanjut lagi, dibawah ini adalah fakta-fakta
mengenai Asia Tenggara:
1. PBB secara resmi telah mengakui dan menyebut wilayah ini dengan
sebutan “Asia Tenggara”
2. Hampir seluruh Laut Cina Selatan meliputi negara-negara di Asia
Tenggara dengan garis pantai hampir sepanjang 130.000 km (81.250
mil), sedangkan garis pantai di Cina Tenggara hanya sepanjang 2.800
km (1.750 mil).
3. Laut Cina Selatan tidak terbatas hanya untuk negara tertentu.
Laut tersebut merupakan warisan kebudayaan umat manusia dan telah
digunakan oleh komunitas internasional selama berabad-abad sebagai
saluran air paling penting pada peringkat kedua di dunia.
Ikuti kampanye untuk mengajak para Presiden dan Perdana Menterti
dari 11 negara-negara di Asia Tenggara, Presiden dari United Nations
Atlas of the Oceans, dan para CEO dan President dari 11 organisasi
geografis di seluruh dunia untuk mengganti nama “Laut Cina Selatan”
menjadi “Laut Asia Tenggara”
Tanda tangani petisi dan aksi Anda
akan selalu diingat dalam sejarah baru dari Asia Tenggara.
Petisi untuk para
Presiden dan Perdana Menteri dari sebelas negara-negara di Asia
Tenggar, Presiden dari United Nations Atlas of the Oceans, dan para
CEO dan Presiden dari 11 Organisasi-organisasi Geografis.
Yth. Bapak/Ibu
Di tempat
Dengan ini kami ingin menyampaikan
bahwa nama “Laut Cina Selatan” tidak seharusnya digunakan untuk
mendeskripsikan keadaan geografis dari perairan yang meliputi negara-negara
di Asia Tenggara sejak bertahun-tahun lamanya.
Dengan ketulusan hati yang paling dalam, kami ingin mengajak Anda
untuk mengubah nama laut tersebut menjadi “Laut Asia Tenggara” pada
setiap kesempatan yang ada, sehingga secara akurat dapat mencerminkan
pengetahuan yang dimiliki umat manusia pada lingkungan geografis
tersebut, dengan jelas menunjukan negara-negara yang mendominasi
wilaya tersebut, mencerminkan kepentingan dari 600 juta jiwa di
Asia Tenggara, dan sudut pandang dari masyarakat internasional.
Aksi Anda akan menginsipirasi umat manusia di wilayah tersebut dan
bahkan dapat menunjukan kepedulian dan rasa kasih sayang terhadap
planet kita. Dengan demikian, kita mampu mempromosikan kemajuan
peradaban manusia dan lingkungan.
Hormat kami,
[Nama Anda]
Translated by:
Dona Mayuwi
mengambil
tindakan!
|